Bapenda Brebes Sasar Selatan, Potensi Pajak ‘Tersembunyi’ di Bumiayu Mulai Terkuak

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Brebes memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menyasar wilayah selatan

Langkah ini ditempuh melalui pendataan ulang potensi pajak yang dinilai belum tergarap optimal, terutama di kawasan Bumiayu dan sekitarnya.

Kepala Bapenda Kabupaten Brebes, Anna Dwi Rahayuning Rizky, melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Hayban Nazhir, mengatakan wilayah selatan menyimpan potensi signifikan yang selama ini belum sepenuhnya tercatat dalam basis data perpajakan daerah.

“Pendataan ini menjadi kunci. Kami ingin memastikan seluruh potensi pajak, baik dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hiburan, maupun pajak air tanah, bisa teridentifikasi secara akurat,” kata Hayban Nazhir, Selasa (21/4/2026).

Menurut dia, pendekatan yang dilakukan tidak sekadar administratif, melainkan juga verifikasi langsung di lapangan. 

Tim Bapenda melakukan pencocokan data objek pajak dengan kondisi riil, termasuk aktivitas usaha yang berpotensi menjadi sumber penerimaan daerah.

Wilayah Brebes bagian selatan, seperti Bumiayu, dikenal memiliki dinamika ekonomi yang terus tumbuh. 

Pusat-pusat perdagangan modern dan tradisional bermunculan, diikuti geliat sektor jasa dan hiburan. 

Namun, pertumbuhan ini belum sepenuhnya diimbangi dengan optimalisasi penerimaan pajak daerah.

Hayban menilai, salah satu tantangan utama adalah belum sinkronnya data antara potensi dan realisasi penerimaan. 

“Ada objek pajak yang berkembang, tetapi belum terdata dengan baik. Di sisi lain, ada juga wajib pajak yang belum sepenuhnya memahami kewajiban mereka,” jelasnya.

Pendataan yang dilakukan di Ass Toserba Bumiayu menjadi salah satu contoh konkret. 

Lokasi tersebut dipilih karena mewakili aktivitas ekonomi yang kompleks, mulai dari perdagangan, hiburan, hingga pemanfaatan air tanah.

Dari hasil pendataan awal, Bapenda menemukan indikasi adanya potensi pajak yang bisa dioptimalkan, terutama dari sektor hiburan dan penggunaan air tanah. 

Temuan ini akan menjadi dasar untuk penyesuaian kebijakan serta peningkatan pengawasan.

Diperlukan konsistensi, pembaruan data secara berkala, serta sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan pelaku usaha.

Dengan langkah ini, Bapenda Brebes berharap wilayah selatan tidak lagi menjadi “kantong potensi” yang terlewat, melainkan menjadi salah satu penopang utama penerimaan daerah di masa mendatang. (*) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.